1.588 Siswa SD-SMP di Kota Madiun Ikuti Lomba Geguritan Dan Menulis Aksara Jawa
Media: sinergiamediatama.com
Narasumber: Citra Lestari (peserta lomba Geguritan); Lea Kharezisma Putri Prayogo dan Naj’wa Tanzila Mirojatul Jannah (peserta lomba menulis aksara Jawa)
Tanggal Posting:
18 September 2026
1.588 Siswa SD-SMP di Kota Madiun Ikuti Lomba Geguritan Dan Menulis Aksara Jawa
Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan Geguritan dan Nulis Aksara Jawa di Kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Sekitar 1.588 siswa SD-SMP baik Negeri maupun Swasta antusias mengikuti lomba ini. Kegiatan ini pun dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati yang disambut semangat peserta. Citra Lestari, salah satu peserta lomba Geguritan mengaku, "Agak grogi, deg-degan, tapi alhamdulillah lancar. Karena terbiasa belajar puisi juga di sekolah. Latihan juga didampingi guru dan kepala sekolah". Pengalaman serupa dirasakan Lea Kharezisma Putri Prayogo dan Naj’wa Tanzila Mirojatul Jannah, siswi SMP Al Muttaqin yang mengikuti lomba menulis aksara Jawa. Lea mengatakan "Baru pertama. Untuk persiapannya itu latihan nulis terus gitu, sama latihan menghafal. Alhamdulilah dapat soalnya juga tidak susah". Sementara itu, bagi Naj’wa "Persiapannya ya menghafalkan, terus belajar nulis terus biar tulisannya nanti terlihat rapi. Jadi nulisnya biar lebih enak gitu kalau udah hafal. Ini tadi soalnya itu dapat yang “Sepi ing pamrih rame ing gawe yang pertama, terus yang kedua mikul dhuwur mendhem jero"."Seru, tapi ndredeg juga soalnya lawannya banyak". Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan, "Tujuannya agar anak-anak, generasi muda kita, tetap nguri-nguri basa Jawa. Kemudian merasa bangga dengan kebudayaan leluhur kita dan melestarikannya secara berkesinambungan"."Masalah unggah-ungguh di era sekarang kan juga agak tergeser sedikit. Sehingga kita berkewajiban bagaimana supaya unggah-ungguh anak-anak, tata kramanya itu tetap dijaga"."Tata kramanya itu juga bisa tetap dijaga. Sehingga tahu yang muda harus menghormati yang lebih tua, dan lain sebagainya. Ini juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta".