Transportasi Publik Kota Madiun Dikaji, Rute Wisata hingga Parkir Masuk Pembahasan
Penyusunan kajian transportasi publik Kota Madiun mulai memasuki tahap awal. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal menargetkan proses identifikasi kebutuhan dan karakteristik mobilitas masyarakat dapat diselesaikan tahun ini sebagai pijakan pengembangan sistem transportasi hingga 2045. “Kami akan melihat kebutuhan masyarakat seperti apa, kondisi layanan sekarang bagaimana, termasuk memproyeksikan kebutuhan 5–10 tahun ke depan”. Tim juga akan menyusun rekomendasi terkait jaringan layanan, pola pergerakan masyarakat, hingga kebutuhan fasilitas pendukung transportasi. Beberapa aspek yang akan dipetakan meliputi lintasan angkutan wisata, layanan transportasi pelajar, lokasi parkir strategis, serta pola mobilitas warga di berbagai kawasan Kota Madiun. “Fokusnya bukan sekadar kendaraan. Tetapi bagaimana lintasan angkutannya, lokasi parkirnya, hingga pola perjalanan masyarakat bisa tertata dengan baik”. “Kota Madiun sekarang sudah menjadi salah satu tujuan wisata. Puncak kepadatan biasanya terjadi saat Sabtu-Minggu, libur sekolah maupun libur nasional”. “Hasil kajian nantinya menjadi dasar penyusunan program transportasi publik sekaligus skema pembiayaan pengembangannya”. “Arahnya memang harus kreatif. Tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Karena pembangunan infrastruktur transportasi membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan”.