Mengangkat potensi terpendam tradisi Suroan Pencak Silat di Madiun
Media: jatim.antaranews.com
Narasumber: Isbani
Tanggal Posting:
17 June 2026
Mengangkat potensi terpendam tradisi Suroan Pencak Silat di Madiun
Dikenal sebagai daerah basis pencak silat, hingga memiliki slogan sebagai "Kota Pendekar" (Kota Madiun) ataupun "Kampung Pesilat" (Kabupaten Madiun), daerah ini sempat "disibukkan" dengan orientasi pengamanan oleh para pemangku kepentingan. Padahal, peluang ekonomi keberadaan belasan perguruan pencak silat di Madiun itu sangat besar. Meskipun dengan julukan kota pendekar dan kampung silat itu memiliki tingkat kerawanan tinggi, agenda Suroan yang berlangsung hingga hampir satu bulan tersebut setiap tahunnya juga memiliki efek positif jika dikelola dengan baik. Para pemangku kepentingan di Madiun, termasuk masyarakat, kini mulai menggarap potensi tersebut. Akan lebih sempurna jika para pemangku kepentingan itu menggandeng para pelaku seni, budayawan, akademisi, para pelaku ekonomi kreatif, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk merumuskan konsep kegiatan yang tepat dan dapat menampung keistimewaan serta keunggulan masing-masing perguruan pencak silat, sehingga menjadi suatu tontonan yang menarik minat banyak orang. Diakui tidak mudah menyelesaikan "pekerjaan rumah" tentang pemahaman jiwa korsa yang terlalu fanatik dari masing-masing perguruan silat. Para pesilat yang didominasi oleh anak-anak muda yang belum matang dalam emosi, tak jarang melakukan aksi perusakan, konvoi, maupun kegiatan lain yang memicu keributan. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal, baik pemerintah maupun non-pemerintah, juga harus terus digalakkan agar memiliki kesepahaman yang sama tentang perubahan tersebut, sehingga stigma tentang Suroan "mencekam" di Madiun yang kini mulai terkikis, dapat terus ditingkatkan menjadi lebih sejuk dan damai. Tradisi Suroan Pencak Silat di Madiun sangat disayangkan jika hanya berlangsung "begitu-begitu" saja tanpa sentuhan inovasi dan kreasi yang bisa menjadi lompatan besar untuk kemajuan daerah. Sebab, di dalamnya terdapat nilai spiritual dan budaya yang luhur, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga identitas daerah.