Konsumsi Pertalite di Kota Pendekar Naik Signifikan
Media: Memorandum
Narasumber: Sutrisno (Direktur Utama Perumda Aneka Usaha)
Tanggal Posting:
17 June 2026
Konsumsi Pertalite di Kota Pendekar Naik Signifikan
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax berdampak terhadap konsumsi Pertalite di Kota Madiun. Perumda Aneka Usaha yang mengelola SPBU Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Mayjend Sungkono menyebut konsumsi Pertalite belakangan hari mengalami kenaikan mencapai 10 persen dibanding kondisi normal. "Kalau ada kenaikan konsumsi mungkin sekitar 10 persen. Tetapi sampai sekarang stok masih aman dan jarang mengalami kekosongan”. Selama ini ketersediaan Pertalite sepenuhnya bergantung pada kuota yang ditetapkan Pertamina setiap bulan. Untuk SPBU Jalan Basuki Rahmat, jatah yang diterima mencapai sekitar 300 kilolitet per bulan. Sedangkan untuk SPBU di Jalan Mayjend Sungkono kuota sekitar 500 kiloliter per bulan. Kuota tersebut menjadi batas maksimal penyaluran BBM subsidi yang dapat dilakukan SPBU. Menyikapi kondisi tersebut, Sutrisno menyebut Perumda Aneka Usaha memilih mengatur distribusi secara hati-hati agar stok tetap tersedia hingga akhir bulan. "Secara umum masih cukup. Kalau pun kurang biasanya terjadi di akhir bulan dan tidak terlalu banyak”. "Pertamina selalu mengimbau agar stok Pertalite tetap tersedia. Artinya pasokan untuk masyarakat tetap menjadi prioritas”.