Balut Peristiwa 1965 dalam Film Horor Lobang Buaya, Hanung Bramantyo Usung Teror Psikologis
Media: radarmadiun.jawapos.com
Narasumber: Hanung Bramantyo (sutradara kenamaan)
Tanggal Posting:
03 October 2026
Balut Peristiwa 1965 dalam Film Horor Lobang Buaya, Hanung Bramantyo Usung Teror Psikologis
Bagi sutradara kenamaan Hanung Bramantyo, esensi film horor tidak semata-mata bertumpu pada kemunculan hantu maupun kejutan penampakan (jumpscare). Menurutnya, teror mendalam yang mengusik sisi psikologis penonton justru menjadi roh utama dari genre tersebut. Perspektif itulah yang melandasi Hanung saat membungkus karya film terbarunya, Lobang Buaya, untuk menyinggung salah satu fragmen kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Hanung mengatakan "Horor itu bukan sekadar hantu. Horor adalah bentuk teror yang nyata"."Padahal horor yang sejati bukanlah jumpscare. Horor adalah teror yang menyerang psikologis, memicu stres, hingga membuat kita tak bisa memejamkan mata"."Saya kemudian mencoba mengeksplorasinya lewat genre horor. Sebab jika disajikan dalam kemasan komedi, khawatir dinilai tidak memiliki empati terhadap peristiwa sejarah". Pendekatan artistik yang dirancang Hanung meninggalkan impresi mendalam bagi Carissa Perusset. Pemeran karakter Arum Wangi tersebut mengaku "Ini pengalaman pertama saya menjalani syuting horor bersama Mas Hanung. Biasanya kami dipertemukan di proyek drama"."I'm super proud of this work"."Saya sudah menontonnya empat kali. Film ini memiliki kedalaman cerita yang membuat penonton perlu menyaksikannya dua hingga tiga kali untuk memahami setiap detailnya".