Beksan Parisuko, Karya Ninik Sulistyowati yang Abadikan Tradisi Bersih Desa Madiun
Tradisi bersih desa tak berhenti pada ritual dan tasyakuran warga. Di tangan Ninik Sulistyowati, kegembiraan dan rasa syukur selepas panen diterjemahkan menjadi Beksan Parisuko. Sebuah karya tari yang kini menjadi aset budaya Kota Madiun. Ninik Sulistyowati mengatakan "Setelah bersyukur atas hasil tanaman dan pertaniannya, malam harinya biasanya dilanjutkan dengan hiburan tayub"."Intinya mengambil sukacita dari adat bersih desa sebagai ungkapan rasa syukur atas tanaman padi. Gotong royong juga tampak dalam tarian tersebut"."Intinya mengambil sukacita dari adat bersih desa sebagai ungkapan rasa syukur atas tanaman padi. Gotong royong juga tampak dalam tarian tersebut"."Jadi, bukan hanya milik Bu Ninik, tetapi sudah menjadi aset Pemerintah Kota Madiun. Siapa saja boleh belajar dan menarikan"."Pesan yang ingin disampaikan adalah bentuk kegembiraan dan rasa syukur. Kalau kita bersyukur pasti kita senang. Kami ingin mengajak masyarakat melalui tari supaya ikut merasakan kegembiraan".