Daya Beli Tertekan, Pengamat Ekonomi Unipma Soroti Tren Downgrade Lifestyle
Media: radarmadiun.jawapos.com
Narasumber: Anggita Langgeng Wijaya (Pengamat ekonomi Universitas PGRI Madiun)
Tanggal Posting:
18 October 2026
Daya Beli Tertekan, Pengamat Ekonomi Unipma Soroti Tren Downgrade Lifestyle
Nongkrong di kafe mahal mulai dikurangi. Belanja barang premium ditunda. Begitu pula agenda wisata yang membutuhkan biaya besar. Perubahan pola konsumsi tersebut dikenal sebagai downgrade lifestyle atau penurunan standar gaya hidup, yang dapat menjadi salah satu sinyal tekanan daya beli masyarakat. Pengamat ekonomi Universitas PGRI Madiun (Unipma) Anggita Langgeng Wijaya mengatakan, "Misalnya, yang biasanya minum kopi di kafe dengan harga Rp 50 ribu, sekarang memilih ngopi di tempat yang lebih murah. Fungsinya sama, tetapi pengeluarannya bisa ditekan"."Kalau gaji naik 5 persen, tetapi inflasi 8 persen, daya beli tetap tergerus"."Kalau masyarakat yang biasanya mampu membeli produk premium mulai beralih ke pilihan lebih murah, pengusaha yang menyasar pasar tersebut tentu bisa terdampak"."Kalau yang dikurangi masih kebutuhan tersier, seperti nongkrong atau wisata mahal, itu bisa menjadi langkah antisipasi. Namun, kalau sudah mengurangi kebutuhan makan atau tidak mampu berobat ketika sakit, itu sudah masuk kondisi yang mengkhawatirkan"."Menurunkan gaya hidup itu tidak masalah. Yang penting, kebutuhan fundamental tetap terpenuhi. Jangan sampai penghematan justru mengorbankan kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan".