Festival Batik di Kota Madiun: Merajut Warisan, Batik Mengajarkan Cara Membaca Peradaban
Media: www.selingkarwilis.com
Narasumber: -
Tanggal Posting:
18 July 2026
Festival Batik di Kota Madiun: Merajut Warisan, Batik Mengajarkan Cara Membaca Peradaban
Ada satu pengalaman yang terus tinggal dalam ingatan saya setelah menghadiri Madiun Batik Heritage Festival 2026. Malam itu saya mendapat kesempatan tampil bersama Yan N Co Orkestra memainkan biola dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.Festival bertema "Merajut Warisan, Menenun Masa Depan" tersebut memperlihatkan optimisme baru bagi perkembangan batik Kota Madiun. Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, bahkan mengapresiasi perkembangan batik Madiun yang dinilainya semakin kaya motif, semakin berani mengeksplorasi warna, dan memiliki peluang besar menjadi daya tarik wisata sebagaimana kuliner pecel yang telah lebih dahulu dikenal luas.Motif dapat ditiru, warna dapat disalin, bahkan teknik membatik dapat dipelajari oleh siapa saja. Namun cerita yang lahir dari tanah tempat masyarakat hidup tidak dapat dipindahkan begitu saja. Cerita itulah yang membuat sebuah batik memiliki jiwa. Pemikiran ini mengingatkan saya pada pandangan Ki Hadjar Dewantara yang mengatakan, "Kebudayaan adalah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat." Kebudayaan tidak lahir di ruang kosong.
Sebab ketika sebuah masyarakat kehilangan kemampuan membaca budayanya sendiri, yang hilang bukan sekadar motif atau tradisi, melainkan arah untuk memahami siapa dirinya. Dan bukankah sebuah peradaban yang besar selalu dimulai dari masyarakat yang mengenal akar budayanya, lalu dengan percaya diri menenunnya menjadi masa depan.