Jelang Momen Madiun Menari, Ribuan Penari Kompak Latihan Gerakan Tari Beksan Parisuko
Media: suaramedianasional.com
Narasumber: Muhammad Muhrizul Gholy (Pamong Budaya Disbudparpora Kota Madiun)
Tanggal Posting:
06 August 2026
Jelang Momen Madiun Menari, Ribuan Penari Kompak Latihan Gerakan Tari Beksan Parisuko
Musik pengiring tari tak henti mengalun di Pahlawan Business Center (PBC) Kota Madiun. Di bawah arahan para pelatih, peserta tampak serius menyelaraskan langkah, menghafal setiap gerakan, hingga mengibaskan sampur dengan kompak. Pemandangan itu menjadi awal dari sebuah pertunjukan kolosal yang tengah dipersiapkan Kota Pendekar, bertajuk Madiun Menari. Sejak 1 Agustus, latihan telah dilakukan setiap hari dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta. Persiapannya terus dikebut dan kini telah mencapai sekitar 30 persen. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pada 29 Agustus mendatang kawasan Jalan Pahlawan akan menjelma menjadi panggung budaya kolosal untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pamong Budaya Disbudparpora Kota Madiun, Muhammad Muhrizul Gholy, mengatakan "Konsep Madiun Menari dirancang sebagai sajian tari kolosal dengan sampur merah yang dikenakan seragam oleh seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia"."Beksan Parisuko merupakan tarian ciptaan seniman Kota Madiun yang terinspirasi dari tradisi bersih desa. Secara etimologi, beksan berarti tari, sedangkan parisuko berarti padi atau kegiatan yang menggembirakan. Tarian ini merupakan manifestasi rasa syukur atas hasil panen sekaligus menggambarkan semangat gotong royong masyarakat"."Kami ingin Madiun Menari menjadi ruang edukasi, regenerasi, dan kolaborasi di bidang tari tradisional. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Kota Madiun melalui event seni budaya, sekaligus memberi ruang bagi para seniman untuk terus berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan daerah".