Kekeringan Kota Madiun, 21 KK Masih Bergantung Pasokan Air BPBD dan PDAM
Media: radarmadiun.jawapos.com
Narasumber: Deddy Purnomo Santoso (Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun)
Tanggal Posting:
29 September 2026
Kekeringan Kota Madiun, 21 KK Masih Bergantung Pasokan Air BPBD dan PDAM
Kekeringan masih melanda sebagian wilayah Kota Madiun. Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Kelun dan Tawangrejo masih mengandalkan dropping air bersih dari BPBD dan PDAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rinciannya, 14 KK terdampak berada di Kelun dan tujuh KK lainnya di Tawangrejo. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso mengatakan, dropping bermula dari permintaan warga Kelun di RT 19 dan RT 21. ’’Awalnya ada permintaan dari masyarakat untuk dropping air bersih di Kelurahan Kelun, tepatnya di RT 19 dan RT 21. Kami kemudian mengirim tiga tandon dan mengisinya dengan air bersih,’’. ’’Air tanah untuk kebutuhan rumah tangga kalah dengan kebutuhan pertanian. Warga menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari, sementara petani juga menggunakannya untuk pengairan,’’. ’Prediksi kekeringan untuk pengisian tandon mungkin masih berjalan sampai pertengahan Oktober,’’.