Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda
Media: sinergiamediatama.com
Narasumber: Sutama (perajin batik); Agus Wijanarko (perajin batik dan Sanggar Kayon Krido Kenongo); dan Yoga Pratomo (Kepala Disbudparpora Kota Madiun)
Tanggal Posting:
16 July 2026
Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda
Ada suasana berbeda di halaman tengah Balai Kota Madiun. Sayup alunan gamelan menyambut setiap pengunjung yang melangkah masuk. Tiang-tiang dan sudut balai kota dihiasi lembaran kain batik hasil karya para perajin serta pelajar Kota Madiun, menghadirkan nuansa budaya yang kental sejak pandangan pertama. Pemandangan itu menjadi bagian dari Madiun Batik Heritage Festival 2026, kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora). Festival ini tak sekadar menjadi ajang pamer karya, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal proses membatik secara langsung, mulai dari mencanting hingga batik cap. Salah satu perajin batik dari Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Sutama, mengatakan “Alhamdulillah, kegiatan seperti ini bisa mengangkat warisan budaya kita, terutama batik, supaya lebih dikenal bahkan mendunia. Harapannya ke depan bisa terus diadakan". “Batik itu bukan hanya soal menggambar di atas kain, tetapi juga membawa cerita dan budaya yang sudah ada sejak dulu".“Dari mencanting sampai memberi warna itu ada kepuasan tersendiri. Kita bisa menuangkan ide menjadi sebuah motif yang akhirnya menjadi karya".Harapan serupa disampaikan Agus Wijanarko, perajin batik sekaligus wayang dari Sanggar Kayon Krido Kenongo, menyampaikan “Kalau bukan kita yang melestarikan batik dan wayang, siapa lagi. Keduanya sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya, sehingga harus terus kita jaga".“Kami berharap pemerintah tidak berhenti pada satu festival saja, melainkan menghadirkan lebih banyak kegiatan. Utamanya pada peringatan Hari Batik Nasional pada Oktober mendatang. Tentu itu menjadi momen yang bagus untuk terus menjaga dan melestarikan batik maupun seni budaya lainnya". Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kota Madiun Yoga Pratomo mengatakan "Kami berharap kegiatan ini tidak hanya melestarikan batik, tetapi juga menumbuhkan minat dan bakat generasi penerus agar budaya ini terus hidup"."Arahan Pak PLT Wali Kota, setelah ini hasil lomba desain batik itu akan dijadikan batik khas Madiun dan digunakan oleh ASN Kota Madiun. Sehingga perputaran uang, perputaran ekonomi itu akan jalan dari dunia ekraf ini".