Menelusuri Jejak Pecinan Kota Madiun yang Masih Hidup hingga Kini, Pasar Kawak dan Jajanan Subuh Jadi Saksi
Media: radarmadiun.jawapos.com
Narasumber: Debby Setiawati dan Cik Mey(salah seorang pelaku usaha); Septian Dwita Kharisma (guru IPS SMP Negeri 9 Madiun); ,
Tanggal Posting:
16 August 2026
Menelusuri Jejak Pecinan Kota Madiun yang Masih Hidup hingga Kini, Pasar Kawak dan Jajanan Subuh Jadi Saksi
Denyut Kota Madiun terus berubah, tetapi jejak perdagangan masa lalu belum sepenuhnya hilang. Di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Pecinan, warisan itu masih terlihat dari pasar tua, dapur rumahan yang bekerja sejak malam, hingga pedagang yang bertahan melayani pelanggan lintas generasi. Salah satu saksi perjalanan tersebut adalah Pasar Kawak. Pasar lama ini tetap menjadi bagian dari kehidupan kawasan meskipun keramaiannya tak lagi seperti masa lalu. Debby Setiawati menjadi salah seorang pelaku usaha menyampaikan "Mulai saya kecil sudah jalan di sini". Menurut Cik Mey "Yang membuat beda itu jualan babi dan sawi asin"."Orang Tionghoa berkelompok, mulai dikelompokkan ketika era Belanda"."Dulu itu pasar Kawak itu besar"."Harapan saya Pecinan ini bisa diangkat di dalam masyarakat, dalam identitas kelokalan kita".