Oro-oro Ombo: Kirab yang Mengarak Ingatan Kebudayaan
Media: www.selingkarwilis.com
Narasumber: Titus Tri Wibowo (Budayawan)
Tanggal Posting:
04 July 2026
Oro-oro Ombo: Kirab yang Mengarak Ingatan Kebudayaan
Acara ini bukan hanya perayaan tahunan yang dipenuhi kirab, pertunjukan seni, dan doa bersama. Di balik seluruh prosesi itu, saya melihat sebuah masyarakat yang sedang berusaha menjaga percakapan dengan masa lalunya. Budayawan Titus Tri Wibowo menyampaikan Yang sesungguhnya sedang diarak adalah ingatan kolektif. Tradisi bukan benda mati yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Tradisi adalah makna yang berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya."Kirab budaya tahun ini berlangsung sangat meriah. Partisipasi masyarakat luar biasa. Semangat gotong royong terasa begitu hidup. Akan tetapi, ada satu ruang yang masih belum terisi, yakni hadirnya ikon budaya yang benar-benar lahir dari sejarah Oro-Oro Ombo sendiri"."kelurahan ini memiliki sosok Mbah Mburi, tokoh yang dipercaya sebagai pembabat wilayah tersebut. Dahulu kawasan Oro-Oro Ombo bukanlah permukiman seperti sekarang."Ia berupa hamparan rawa yang dihuni banyak biawak. Masyarakat setempat menyebutnya nyambik. Dari bentang alam itulah kehidupan perlahan bertumbuh hingga menjadi kampung yang kita kenal hari ini. Dari sanalah lahir gagasan yang menurut saya layak mendapat perhatian lebih serius. Bersama rekan-rekan seniman Jaringan Kesenian Madiun, kami mengembangkan konsep kesenian "Nyambikan"."Pada akhirnya, Bersih Desa bukan hanya membersihkan ruang, melainkan membersihkan cara kita memandang masa lalu. Kirab budaya bukan sekadar arak-arakan, melainkan perjalanan batin untuk mengembalikan ingatan yang tercerai-berai".