Padhang Mbranang, Ketika Balai Kota Madiun Berubah Jadi Layar Video Mapping
Media: beritajatim.com
Narasumber: F Bagus Panuntun (Plt Wali Kota Madiun) dan Yedutun Linus Suwarno (Founder Imajiwa Creative Studio)
Tanggal Posting:
24 July 2026
Padhang Mbranang, Ketika Balai Kota Madiun Berubah Jadi Layar Video Mapping
Saat malam tiba, wajah Balai Kota Madiun berubah total. Gedung yang sehari-hari menjadi pusat pemerintahan itu disulap menjadi layar raksasa yang menampilkan beragam karya video mapping penuh warna dan efek visual. Transformasi tersebut menjadi bagian dari Festival Seni Digital Padhang Mbranang, agenda kolaborasi Pemerintah Kota Madiun bersama Imajiwa Creative Studio yang resmi digelar pada 24–26 Juli 2026. Festival ini tidak hanya menghadirkan kompetisi video mapping, tetapi juga pameran digital art installation yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Ajang tersebut melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga Vietnam, sementara dewan juri diperkuat perwakilan dari Malaysia sebagai bagian dari jejaring komunitas video mapping Asia Tenggara. Penyelenggaraan Padhang Mbranang diumumkan dalam konferensi pers di Gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun. Hadir dalam kesempatan itu Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Founder Imajiwa Creative Studio Yedutun Linus Suwarno, serta tim dewan juri. Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan "Kalau infrastruktur saya kira sudah lebih dari cukup. Tinggal bagaimana kita mengisi infrastruktur yang sudah dibangun selama lima tahun terakhir. Apalagi kunjungan wisata di Kota Madiun sudah meningkat, sehingga perlu ditampilkan hal-hal kreatif"."Kami ingin teman-teman dari Kota Madiun ikut mengisi kreativitas di ruang-ruang publik. Harapannya nanti semakin banyak karya lokal yang bisa menjadi daya tarik wisata"."Biasanya kegiatan seperti ini digelar di kota-kota besar. Tetapi Madiun memberanikan diri menggelarnya dengan melibatkan peserta dan juri dari luar negeri". Founder Imajiwa Creative Studio, Yedutun Linus Suwarno, menjelaskan "Penilaian tidak hanya melihat visual dan audio, tetapi juga bagaimana karya itu tampil saat diproyeksikan ke bangunan. Jadi ada penyesuaian antara konsep dengan bentuk fasad gedung"."Harapannya semakin banyak kreator lokal yang berani berkarya dan mengikuti ajang-ajang serupa, baik di dalam maupun luar negeri".