Pemkot Madiun Siapkan Madiun Apps, Transformasi Pemerintah Digital Berbasis Kebutuhan Warga
Media: sinergiamediatama.com
Narasumber: F. Bagus Panuntun (Plt Wali Kota Madiun)
Tanggal Posting:
14 July 2026
Pemkot Madiun Siapkan Madiun Apps, Transformasi Pemerintah Digital Berbasis Kebutuhan Warga
Pemerintah Kota Madiun mulai mengarahkan transformasi digital pemerintahan agar semakin berpusat pada kebutuhan masyarakat. Melalui Forum Pemerintah Digital (PemDi), Pemkot Madiun menyiapkan integrasi layanan dalam satu ekosistem digital yang ditargetkan berkembang hingga 2030. Forum Pemerintah Digital digelar di Gedung GCIO Kota Madiun, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi perguruan tinggi, HIPMI, KADIN, serta praktisi media massa dan media sosial. Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam mendorong perbaikan kualitas pelayanan publik melalui Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PemDi). Transformasi digital tidak lagi sekadar diukur dari banyaknya aplikasi atau penerapan teknologi di instansi pemerintah. Lebih jauh, digitalisasi diharapkan memberikan dampak nyata berupa pelayanan publik yang semakin berkualitas dan inklusif. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, perubahan arah pemerintahan digital harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Jika sebelumnya pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) lebih banyak berangkat dari sudut pandang pemerintah atau government centric, kini pendekatannya diarahkan menjadi citizen centric. “Selama ini dalam menjalankan SPBE, bagaimana kita memberikan kemudahan yang basisnya dari pemerintah atau government centric. Hari ini saya ingin mengubahnya, basisnya adalah citizen centric atau kebutuhan masyarakat,”. “Kebutuhan masyarakat ini menjadi salah satu dasar penting dalam membangun ekosistem digital Kota Madiun. Pemkot telah menyiapkan Madiun Apps sebagai platform yang nantinya menghimpun berbagai layanan dan kebutuhan warga,”. “Tidak dihilangkan, tetapi lebih akan disederhanakan supaya menjadi terkoneksi dan terintegrasi,”. “Masyarakat sekarang sudah terbiasa dengan aplikasi. Mau meminta apa, cukup dari rumah. Sekarang masyarakat juga menuntut pemerintah agar kebutuhannya bisa tersedia. Kalau tidak dengan pemerintahan digital, hal itu akan sulit diwujudkan,”.