Petinggi PSHT Pusat Madiun Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?
Media: solopos.espos.id
Narasumber: Moerdjoko (Ketua Umum PSHT Pusat Madiun)
Tanggal Posting:
15 September 2026
Petinggi PSHT Pusat Madiun Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?
Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun periode 2026-2031, R. Moerdjoko, didampingi sejumlah petinggi perguruan silat tersebut, bersilaturahmi dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. Rombongan petinggi PSHT tersebut tidak mengenakan pakaian sakral atau seragam khusus perguruan, melainkan kemeja batik. Menariknya, kedatangan rombongan petinggi PSHT Pusat Madiun didampingi suami Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Poernomo Warasto, serta dua eks legislator Solo dari PDI Perjuangan (PDIP), Wawanto dan Dyah Retno Pratiwi. Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Moerdjoko, mengatakan "Ya kita hanya silaturahmi saja dengan beliau, karena dulu waktu masih menjabat pun kita sudah sering bersilaturahmi"."Ya semoga hubungan yang sudah ada ini bisa tetap terjalin dengan baik"."Kita dalam rangka silaturahmi dengan beliau, bukti bahwa kita mencintai beliau, bukti bahwa kita meminta waktu. Ini juga tidak mudah, meminta waktu untuk bisa bertemu, dan alhamdulillah beliau bisa menerima kami". Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun, Maryono "Kita dalam rangka silaturahmi dengan beliau, bukti bahwa kita mencintai beliau, bukti bahwa kita meminta waktu. Ini juga tidak mudah, meminta waktu untuk bisa bertemu, dan alhamdulillah beliau bisa menerima kami"."Beliau cukup memberikan, karena ini ada sesuatu terima kasih kepada kita telah datang, dan beliau dengan senyuman beliau, ya nanti kita lihat dalam perjalanannya seperti apa. Jadi arahan beliau begitu, dengan senyuman beliau itu saja yang kita bisa terima dengan keindahannya"."Ada beberapa hal yang notabene di kala waktu beliau di dalam perjalanan tahun 2014, 2019, kita juga salah satu pendukung beliau. Dan kita memang minta sesuatu gambaran tentang apa yang terjadi pada organisasi kami, dan bagaimana untuk menyikapi ke depannya"."Kita lihat perjalanannya. Saat ini beliau menerima pengaduan kami, menerima tentang hal-hal yang menjadi concern beliau, bahwa kita nanti ini akan direnungkan beliau juga seperti apa. Dan kita memang bagian dari beliau ke depannya. Arahnya ke sana".