Sambal Pecel Jeruk Purut Madiun, Pertahankan Resep Warisan Sejak 1970-an
Media: regional.espos.id
Narasumber: Fani Rusmaji (Pemilik usaha Sambal Pecel Jeruk Purut)
Tanggal Posting:
29 July 2026
Sambal Pecel Jeruk Purut Madiun, Pertahankan Resep Warisan Sejak 1970-an
Denting alu kayu bertemu lumpang batu terdengar berulang dari sebuah rumah produksi di Jalan Delima, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Dua perempuan dan satu pria lanjut usia tampak tekun menumbuk kacang tanah yang telah disangan. Meski usia mereka tidak lagi muda, gerakan tangan ketiganya masih lincah. Dengan tenaga yang tersisa, mereka memastikan kacang benar-benar halus sebelum dicampur dengan cabai, gula, garam, dan bumbu lainnya hingga menjadi sambal pecel khas Madiun. Pemilik usaha Sambal Pecel Jeruk Purut, Fani Rusmaji, menuturkan usaha keluarganya telah berdiri sejak era 1970-an. Awalnya, sang ibu berjualan nasi pecel sebelum kemudian fokus memproduksi sambal pecel pada sekitar tahun 1980-an. “Dulu ibu saya jualan nasi pecel. Kemudian sekitar tahun 1980-an mulai fokus hanya menjual sambal pecel,”. “Kami prosesnya masih tradisional. Semua bahan ditumbuk manual, tidak memakai mesin. Selain itu, kami menggunakan kulit jeruk purut, bukan daunnya. Itu yang membuat rasanya berbeda,”.