Warga Madiun Sukses Ciptakan Biodiesel Ramah Lingkungan dari Limbah MBG, Minyak Bekas, dan Ampas Tebu
Media: tvonenews.com
Narasumber: Cahya Yudi Widianto (pemilik PT Marolis Cahaya Internasional)
Tanggal Posting:
25 July 2026
Warga Madiun Sukses Ciptakan Biodiesel Ramah Lingkungan dari Limbah MBG, Minyak Bekas, dan Ampas Tebu
Sebuah terobosan luar biasa hadir dari Kota Madiun. Seorang warga lokal berhasil mengolah limbah dapur sisa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ampas tebu, tepung ketela, hingga minyak jelantah menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis biodiesel berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Keunggulan inovasi ini bahkan sudah dilirik oleh negara Nigeria, serta direncanakan diproduksi massal oleh Kementerian Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Inovator tersebut adalah Cahya Yudi Widianto, pemilik PT Marolis Cahaya Internasional yang beralamat di Jalan Sawahan, Kelurahan-Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Ia berhasil menyulap sampah organik menjadi sumber energi bernilai jual tinggi yang diberi nama Biodiesel Marolis (BM-100), dengan kualitas yang mendekati BBM jenis Dexlite. Prestasi ini pun memancing perhatian pihak berwenang. Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Jakarta mengutus Ir. Yuris Tiyanto untuk datang langsung ke lokasi pabrik di Madiun guna memverifikasi proses produksi dan uji coba produk secara nyata. “Proses pembuatan BBM Biodiesel ini menggunakan bahan dari limbah MBG, minyak bekas, ampas tebu, dan tepung ketela. Semua bahan tersebut banyak ditemukan dilingkungan kita dan gratis,”. “Prosesnya dari pupuk organik hasil fermentasi itu kitau ubah menjadi biosolar, caranya kita proses dengan de novo dan eksnovo,”. “Jadi bahan limbah tadi kita fermentasi untuk dapatkan biomasa, lalu kita proses sehingga bakteri yang ada di limbah tadi saling menghasilkan karbon,”.