Kisah Herlin Susilowati, Perajin Disabilitas Madiun yang Sulap Sisa Wayang Jadi Cuan
Bagi sebagian orang, potongan kulit sisa pembuatan wayang mungkin berakhir sebagai limbah. Namun, di tangan Herlin Susilowati, bahan yang tak terpakai itu justru menjadi awal perjalanan usaha yang telah bertahan sekitar seperempat abad. Perempuan 47 tahun itu menyulap sisa bahan pembuatan wayang menjadi gantungan kunci hingga berbagai hiasan bernuansa budaya. Dari kediamannya di kawasan Gang Jati Subur, Kelurahan Klegen, Kota Madiun, Herlin terus berkarya sekaligus menjaga wayang tetap dekat dengan masyarakat. Keterbatasan fisik tidak menghalangi kreativitasnya. Herlin mengatakan "Tahun 2001 itu saya lulus sekolah bingung mau kerja apa, lalu lihat limbah kulit banyak sisanya, terus saya iseng-iseng buat gantungan kunci dan hiasan dari bahan sisa itu ternyata banyak peminatnya"."Untuk tantangan ya pas Covid-19 itu, harga kulit sapi langsung naik dan yang beli juga berkurang"."Saya berharap diberikan stan-stan untuk berjualan"."Untuk pemerintah kalau bisa ya dibantu untuk memberikan pelatihan dan keterampilan tidak hanya memberikan modal saja, untuk generasi muda semoga terus mencintai kebudayaan wayang agar tidak punah"."Untuk penyandang disabilitas tetap semangat jangan mudah menyerah".