Jaring pengaman bagi pekerja informal di Kota Madiun bakal diperluas. Pemkot Madiun berencana menambah 10 ribu peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 2027 sehingga total pekerja informal yang mendapat perlindungan ditargetkan mencapai 25 ribu orang. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut "Tahun depan rencananya kami akan menambah 10 ribu lagi dari jumlah sebelumnya 15 ribu, sehingga menjadi 25 ribu. Harapan saya pada 2029 semua pekerja nonformal sudah tercover"."Tugas pemerintah menjamin keberlangsungan hidup masyarakat. Mereka harus kami jamin, khususnya peserta nonformal ini". Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Sevy Renita Setyaningrum mengatakan, "Kegiatan ini sejalan dengan tema Harpelnas tahun ini, yakni proaktif melayani, memberdayakan secara berkelanjutan, dan menciptakan nilai yang melampaui perlindungan"."Karena itu, kami hadir langsung memberikan edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial"."Targetnya dari yang kami latih, minimal 10 persen bisa terserap kembali dalam dunia kerja maupun membuka dunia kerja sebagai modal usaha".