Rp17 Triliun untuk Cover Penyakit Jantung, 24 RS di Madiun Raya Siap Beri Pelayanan
Media: rri.co.id
Narasumber: Prihati Pujowaskito(Direktur Utama BPJS Kesehatan)
Tanggal Posting:
17 September 2026
Rp17 Triliun untuk Cover Penyakit Jantung, 24 RS di Madiun Raya Siap Beri Pelayanan
BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan penyakit jantung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satunya melalui pendekatan Value-Based Health Care yang menempatkan hasil kesehatan (health outcomes) dan total biaya pelayanan sepanjang siklus perawatan sebagai dasar penciptaan nilai bagi peserta. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, "Tantangan peningkatan biaya pelayanan kesehatan terlihat dari tingginya pembiayaan di rumah sakit. Dari data BPJS Kesehatan, total biaya pelayanan kesehatan Program JKN pada 2025 mencapai Rp 191,3 triliun. Sekitar 87,1 persen realisasi pembiayaan berasal dari pelayanan di rumah sakit"."Banyak kasus penyakit jantung merupakan dampak faktor risiko yang tidak terkendali di hulu. Untuk itu, perlu penguatan pelayanan di tingkat FKTP"."Kita ingin mengubah paradigma dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, serta dari mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome". Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun Wahyu Dyah Puspitasari mengatakan, "Kalau hasil skrining menunjukkan peserta berisiko terhadap penyakit jantung, mereka akan diarahkan mengikuti prosedur yang sudah ada. Mulai dari pemeriksaan di FKTP dan seterusnya"."Kalau Soedono tidak bisa menangani, sesuai ketentuan pasien dapat dirujuk ke rumah sakit dengan tipe lebih tinggi, misalnya ke (RSUD) Dr Soetomo (Surabaya), (RSUD) Dr Saiful Anwar (Malang), atau (RSUD) Dr Moewardi di Solo".