Limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sampah organik rumah tangga berpotensi menjadi sumber energi terbarukan. Peneliti independen asal Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Cahya Yudi Widianto, berhasil mengembangkan biodiesel BM-100 berbahan baku limbah organik dan bersiap memasuki tahap produksi skala industri. Cahya mengatakan, riset yang telah berlangsung sekitar empat bulan itu kini memasuki tahap akhir. Fasilitas penelitian di Jalan Sawahan, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun, akan ditingkatkan menjadi rumah industri dengan target produksi mencapai 1.000 liter biodiesel per hari. "Indonesia memiliki limbah pasar dan rumah tangga yang sangat besar. Dari situlah kami mengembangkan teknologi pembuatan solar dari limbah,". "Harapannya tidak ada lagi penumpukan sampah karena limbah makanan bisa diolah menjadi energi,". "Pengembangan BM-100 turut melibatkan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Brawijaya (UB),".